Titik didih, titik lebur, dan
titik beku adalah istilah yang menggambarkan perilaku sebuah zat ketika
menerima atau melepaskan kalor. Berikut ini pembahasan selengkapnya
istilah-istilah tersebut:
a. Titik Didih
b. Titik Lebur
c. Titik Beku
a. Titik Didih
Pada waktu air dipanaskan maka suhu semakin tinggi dan pada dasar bejana
terlihat gelembung-gelembung uap air. Uap air jenuh dalam gelembung
mengembun, pecah, dan mengeluarkan bunyi karena suhunya lebih rendah
dari suhu air di bawahnya. Pada suhu 1000C dan tekanan normal
maka gelembung-gelembung terdapat di seluruh bagian zat cair dan
setelah mencapai permukaan akan pecah. Dalam keadaan seperti ini zat
cair dikatakan mendidih. Mendidih adalah peristiwa menguapnya zat
di seluruh bagian zat cair karena dipanaskan. Suhu pada saat suatu zat
cair mendidih disebut titik didih. Titik didih normal terjadi ketika tekanan 1 atmosfer. Selama mendidih, suhu zat cair tetap.
b. Titik Lebur
Melebur adalah perubahan wujud padat menjadi cair. Jika lilin
padat dipanaskan maka akan melebur pada titik leburnya. Suhu pada saat
zat melebur disebut titik lebur. Titik lebur suatu zat dapat
ditentukan oleh gaya tarik antarpartikel. Zat-zat padat yang termasuk
garam mempunyai titik leleh yang tinggi, karena partikel penyusunnya
berupa ion-ion yang memiliki gaya antarpartikel yang sangat kuat.
c. Titik Beku
Jika suatu zat cair suhunya diturunkan terus, maka suatu zat akan
berubah menjadi zat padat (membeku). Pada waktu lilin cair didinginkan,
maka akan membeku dan suhunya tetap. Suhu yang tetap pada suatu zat
membeku disebut titik beku. Untuk zat yang sama, titik beku dan titik
leburnya sama adalah sama. Misalnya, titik beku air dan titik lebur es
adalah 00C.
Sekian tulisan tentang Apa itu Titik Didih, Titik Lebur, dan Titik Beku?, semoga bermanfaat.
0 Response to "Apa itu Titik Didih, Titik Lebur, dan Titik Beku?"
Posting Komentar